Sebelumnya, laki-laki ini tidak pernah sebegitu sayangnya kepada seseorang, terlebih dia bukan orang yang ahli mengungkapkan rasa sayangnya. Dia ingin wanitanya merasa cukup dengan adanya dia dihidupnya, hingga tidak ada cela bagi orang lain. Hanya itu yang dia mau, tidak lebih.
Wanitanya adalah orang yang selalu ingin dia bahagiakan, dia ingin selalu jadi alasan disetiap senyumnya, ingin jadi rindu disetiap pertemuan mereka, ingin jadi tempat pulang kemanapun perginya. Dia tahu, diluar sana ada banyak orang yang ingin membahagiakan wanitanya, mungkin dia orang paling beruntung karna dia menjadi laki-laki pilihan wanitanya. Dia tidak ingin menjadi alasan wanitanya menangis, bagi dia jika itu terjadi mungkin disaat itu dia gagal, dia gagal membahagiakan wanitanya. Karna menurut dia rasanya menyakitkan melihat wanitanya menangis, terlebih dia penyebab semua itu.
Dulu, dia pernah menjadi sangat bodoh karna meminta wanitanya pergi. Membiarkan wanitanya dengan laki-laki lain. Dia percaya dengan begitu wanitanya dapat menemukan kebahagiaan yang tidak pernah ia temukan pada dirinya. Dia percaya dengan begitu air mata wanitanya tidak akan pernah jatuh lagi. Dia juga percaya bahwa laki-laki lain lebih bisa membuat wanitanya bahagia;pikirnya. Namun ternyata malah dia yang tersiksa dengan keputusannya sendiri, dia kalah, dia merindukan wanitanya. Dia tidak benar-benar bisa rela milihat wanitanya dengan laki-laki lain. Dia tidak ingin ada laki-laki lain menjadi alasan disetiap senyum wanitanya, dia ingin hanya dia satu-satunya orang yang bisa melakukan itu. Terdengar egois mungkin, namun itulah dia.
Dia merasa, mungkin benar apa yang dibicarakan kebanyakan orang. Laki-laki itu jauh lebih baik darinya, dia lebih bisa membuat wanitanya bahagia. Dia mepunyai segalanya, dia dapat menjanjikan banyak hal kepada wanitanya. Beda dengan dirinya, dirinya hanya laki-laki yang sedang berusaha membuat wanitanya bahagia dengan caranya sendiri.
Mulai saat itu dia bertekat jika dia tidak akan perduli lagi dengan orang lain, jika orang lain punya seribu alasan untuk membuatnya mundur, maka dia punya satu alasan kuat untuk tetap bertahan dengan wanitanya. Selama memang wanitanya ingin dia tetap bertahan, dia akan terus melakukannya. Dia tidak akan berhenti jika bukan wanitanya yang menyuruhnya pergi. Karna dia sudah berjanji dengan dirinya sendiri bahwa dia akan membahagiakan wanitanya.
Wanitaku, terima kasih engkau telah memilihku menjadi bagian dihidupmu, mengisi setiap lembar dikehidupanmu, menjadi alasan disetiap bahagiamu. Aku tidak akan menjanjikan apupun kepadamu, karna aku bukan orang yang bisa menjanjikan banyak hal. Namun aku akan terus berusaha membuatmu bahagia dengan tidak menyakitimu, lagi.
Wanitanya adalah orang yang selalu ingin dia bahagiakan, dia ingin selalu jadi alasan disetiap senyumnya, ingin jadi rindu disetiap pertemuan mereka, ingin jadi tempat pulang kemanapun perginya. Dia tahu, diluar sana ada banyak orang yang ingin membahagiakan wanitanya, mungkin dia orang paling beruntung karna dia menjadi laki-laki pilihan wanitanya. Dia tidak ingin menjadi alasan wanitanya menangis, bagi dia jika itu terjadi mungkin disaat itu dia gagal, dia gagal membahagiakan wanitanya. Karna menurut dia rasanya menyakitkan melihat wanitanya menangis, terlebih dia penyebab semua itu.
Dulu, dia pernah menjadi sangat bodoh karna meminta wanitanya pergi. Membiarkan wanitanya dengan laki-laki lain. Dia percaya dengan begitu wanitanya dapat menemukan kebahagiaan yang tidak pernah ia temukan pada dirinya. Dia percaya dengan begitu air mata wanitanya tidak akan pernah jatuh lagi. Dia juga percaya bahwa laki-laki lain lebih bisa membuat wanitanya bahagia;pikirnya. Namun ternyata malah dia yang tersiksa dengan keputusannya sendiri, dia kalah, dia merindukan wanitanya. Dia tidak benar-benar bisa rela milihat wanitanya dengan laki-laki lain. Dia tidak ingin ada laki-laki lain menjadi alasan disetiap senyum wanitanya, dia ingin hanya dia satu-satunya orang yang bisa melakukan itu. Terdengar egois mungkin, namun itulah dia.
Dia merasa, mungkin benar apa yang dibicarakan kebanyakan orang. Laki-laki itu jauh lebih baik darinya, dia lebih bisa membuat wanitanya bahagia. Dia mepunyai segalanya, dia dapat menjanjikan banyak hal kepada wanitanya. Beda dengan dirinya, dirinya hanya laki-laki yang sedang berusaha membuat wanitanya bahagia dengan caranya sendiri.
Mulai saat itu dia bertekat jika dia tidak akan perduli lagi dengan orang lain, jika orang lain punya seribu alasan untuk membuatnya mundur, maka dia punya satu alasan kuat untuk tetap bertahan dengan wanitanya. Selama memang wanitanya ingin dia tetap bertahan, dia akan terus melakukannya. Dia tidak akan berhenti jika bukan wanitanya yang menyuruhnya pergi. Karna dia sudah berjanji dengan dirinya sendiri bahwa dia akan membahagiakan wanitanya.
Wanitaku, terima kasih engkau telah memilihku menjadi bagian dihidupmu, mengisi setiap lembar dikehidupanmu, menjadi alasan disetiap bahagiamu. Aku tidak akan menjanjikan apupun kepadamu, karna aku bukan orang yang bisa menjanjikan banyak hal. Namun aku akan terus berusaha membuatmu bahagia dengan tidak menyakitimu, lagi.
Komentar
Posting Komentar