05:55 PM Aku Rindu Kamu.
Rindu bagiku sudah menjadi candu. Rindu tak pernah memiliki obat yang mujarab, kadang rindu memang bisa terobati dengan temu, tapi itu hanya bersifat sementara setelah itu kita akan merasakan rindu yang semakin jadi. Terdengar berlebihan memang, namun itulah kenyataannya.
Rindu selalu punya cara sendiri untuk mengingatkannya. Mungkin bukan rindu yang salah, tapi kenangan kita yang terlalu banyak hingga rindu tak pernah ada ujungnya.
Aku tidak pernah memintamu untuk merindukanku kembali, aku hanya ingin kamu tidak melupakan kenangan kita. Hanya itu. Kamu juga tidak perlu mengenangnya kamu cukup mengingatnya. Jika memang tidak bisa, tak apa aku tak akan memaksamu melakukannya.
Sakit memang rindu sendirian, namun mau bagaimana lagi aku tidak ingin menjadi egois dengan memaksakan kehendaku memintamu untuk merindukanku. Aku hanya minta kepadamu, jangan pernah larang aku untuk merindu. Karna jika suatu saat aku benar-benar memilih untuk pergi, aku masih punya alasan yang bisa mengingatkan aku kepadamu;kenangan.
Jika waktu itu datang, waktu dimana aku memilih untuk berhenti. Memilih utuk tetap pada posisiku saat ini. Aku harap kamu selalu punya cara untuk mengingatku. Mengingatku bahwa aku pernah jadi bagian kecil dihidupmu.
Kamu tak perlu khawatir bagaimana aku mengatasi rindu, aku sudah terbiasa melakukannya. yang perlu kamu khawatirkan hanya satu;bahwa aku tak bisa benar-benar melepaskanmu saat rindu menghampiriku.
Tetaplah seperti itu, berdiri ditempatmu dengan caramu sendiri. Terima kasih untuk tidak pernah pergi disaat aku memcoba mengusirmu. Terima kasih telah memilihku untuk mengisi waktu luangmu walau saat ini posisiku sudah digantikan oleh orang lain. Dan terima kasih telah datang walau akhirnya aku sendiri yang memilih untuk pergi darimu.
Saat ini, biarlah seperti sekarang, aku berdiri diposisiku dan kamu berdiri diposisimu. Biar rindu yang menjadi alat bagi kita untuk saling mengingat. Mengingat bahwa kita pernah menghabiskan waktu bersama. Dulu.
Rindu bagiku sudah menjadi candu. Rindu tak pernah memiliki obat yang mujarab, kadang rindu memang bisa terobati dengan temu, tapi itu hanya bersifat sementara setelah itu kita akan merasakan rindu yang semakin jadi. Terdengar berlebihan memang, namun itulah kenyataannya.
Rindu selalu punya cara sendiri untuk mengingatkannya. Mungkin bukan rindu yang salah, tapi kenangan kita yang terlalu banyak hingga rindu tak pernah ada ujungnya.
Aku tidak pernah memintamu untuk merindukanku kembali, aku hanya ingin kamu tidak melupakan kenangan kita. Hanya itu. Kamu juga tidak perlu mengenangnya kamu cukup mengingatnya. Jika memang tidak bisa, tak apa aku tak akan memaksamu melakukannya.
Sakit memang rindu sendirian, namun mau bagaimana lagi aku tidak ingin menjadi egois dengan memaksakan kehendaku memintamu untuk merindukanku. Aku hanya minta kepadamu, jangan pernah larang aku untuk merindu. Karna jika suatu saat aku benar-benar memilih untuk pergi, aku masih punya alasan yang bisa mengingatkan aku kepadamu;kenangan.
Jika waktu itu datang, waktu dimana aku memilih untuk berhenti. Memilih utuk tetap pada posisiku saat ini. Aku harap kamu selalu punya cara untuk mengingatku. Mengingatku bahwa aku pernah jadi bagian kecil dihidupmu.
Kamu tak perlu khawatir bagaimana aku mengatasi rindu, aku sudah terbiasa melakukannya. yang perlu kamu khawatirkan hanya satu;bahwa aku tak bisa benar-benar melepaskanmu saat rindu menghampiriku.
Tetaplah seperti itu, berdiri ditempatmu dengan caramu sendiri. Terima kasih untuk tidak pernah pergi disaat aku memcoba mengusirmu. Terima kasih telah memilihku untuk mengisi waktu luangmu walau saat ini posisiku sudah digantikan oleh orang lain. Dan terima kasih telah datang walau akhirnya aku sendiri yang memilih untuk pergi darimu.
Saat ini, biarlah seperti sekarang, aku berdiri diposisiku dan kamu berdiri diposisimu. Biar rindu yang menjadi alat bagi kita untuk saling mengingat. Mengingat bahwa kita pernah menghabiskan waktu bersama. Dulu.
Komentar
Posting Komentar