Usaha Melupakan

Jika sudah seperti ini mau menyalahkan siapa? Dari awal memang aku yang memulai semuanya. Mungkin aku tidak akan sekecewa ini jika sejak awal aku tidak pernah berharap, kepadamu.

Kamu. Andai saja kamu tidak datang dengan membawa kehangatan, kebahagiaan, mungkin aku tidak akan berani membuka hati. Andai bukan kamu alasan disetiap senyumku, bahagiaku, mungkin aku tidak akan salah paham dengan semua sikapmu kepadaku. Harusnya aku pergi saat kamu sudah tak perduli, bukannya menunggumu yang sudah memilih berlalu.

Menyesal pun rasanya sudah terlambat. Sudah bukan saatnya saling menyalahkan. Yang kini harus aku lakukan hanya meluruskan perasaanku terhadapmu. Jangan terus membuatku salah paham dengan semua perhatianmu, aku hanya ingin berhenti dengan apa yang sudah aku mulai. Aku tidak ingin melangkah terlalu jauh jika pada akhirnya aku hanya akan tersesat dan tak tahu jalan pulang.

Rasanya melelahkan melakukan semuanya sendirian. Apalah artinya bersikeras menggengam tangan yang mau terlepas. Hanya akan menyisakan lelah tak terkira. Aku salah, kukira sakitnya bisa kuperkirakan. Ternyata tidak. Memang benar, ternyata melepaskan seseorang yang belum sempat dimiliki itu lebih menyakitkan. Sedih ini pun pasti butuh waktu lama untuk kupulihkan kembali.

Kau tahu, melupakanmu adalah jalan panjang yang harus aku tempuh sendirian. Sulit memang, namun aku akan melangkah pelan-pelan agar tak jatuh dan tetap sampai kepada tujuanku;melupakanmu. Kau harus paham, masa ini masa sulit bagiku, jangan memaksaku menghilangkan rasa ini secepat mungkin. Kau juga harus paham bahwa ada masa dimana aku merindukan kita, kita yang pernah menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama meski pada akhirnya hanya aku yang mengingat semua itu. Kadang aku takut, aku takut gagal melepasmu. Aku akan jatuh lagi kelubang yang sama, dengan luka yang sama, dengan orang yang sama. Kamu.

Jika aku sudah berhasil merelakanmu dan kamu merasa ada yang hilang. Cukup kamu rasakan saja, jangan pernah memintaku kembali. Karna itu yang selama ini aku rasakan, sendirian. Saat semua yang sudah terjadi, saat kamu memilih tak perduli. Bahkan saat aku sedang jatuh-jatuhnya, kau malah pergi sejauh-jauhnya. Tetaplah menjauh, agar hidupku bisa kujalani dengan seharusnya lagi;tanpa kamu. Terima kasih telah mengajariku banyak hal terutama dalam hal menunggu dan melepas. Terima kasih telah memberi sedikit bahagia meski akhirnya hanya meninggalkan luka. Berhagialah, karna suatu saat aku akan mengabarimu;kini aku sudah bahagia.

Komentar

Posting Komentar