Senja dan kamu

Senja adalah...
Saat langit mulai redup
Dimana matahari kembali keperaduannya
Malam akan segera datang
Namun ada yang tak hilang
Saat senja pergi dari langit-Nya
Ia adalah;Rindu.

Ingin rasanya menikmati senja bersamamu. Merasakan setiap detik keindahan warna yang dilukis oleh Tuhan, merasakan hembusan angin sore yang menyejukan, melihat keindahan saat langit yang mulai dipenuhi warna jingga, itu semua aku ingin menikmatinya bersamamu. Apa bisa?

Senja adalah saat terbaik menceritakan kisah rinduku. Senja pernah menjadi saksi bisuku, ia menjadi tempat paling tepat untuk mengadu semua keluh kesahku;tentang dirimu.

Kamu dan senja sama indahnya. Aku suka senja, hanya saja aku tak ingin kau seperti senja. Aku tidak ingin kau pergi begitu cepat, seperti yang dilakukan senja. Aku ingin kau tinggal, layaknya bintang yang tak pernah meninggalkan langit, seperti bulan yang tak pernah membiarkan bintang sendirian. Aku ingin kau seperti itu.

Kamu selalu menjadi alasan utama disetiap tulisanku saat waktu senja tiba. Bahkan senja menjadi saksi pertama saat aku merindukanmu. Senja selalu mengingatkanku kepadamu, awalnya tak apa aku senang, karna dengan begitu aku mempunyai bahan tulisanku yaitu dirimu.

Namun rinduku berlanjut sampai pada akhirnya aku tak bisa mengatasinya, sejak saat itu aku tidak ingin melanjutkan tulisanku tentangmu. Karna dengan menulis tentangmu, rinduku malah semakin menjadi. Dan aku tidak menyukai itu. Aku tidak suka merindu, terlebih rindu sendirian.

Kadang aku berharap senja dapat mengobati rinduku dengan pesonanya, dengan keindahannya, namun nyatanya rinduku malah bertambah.

Wahai senja, bawa pergi semua rinduku, aku sudah tidak ingin menahannya sendiri, aku sudah tidak bisa mengatasinya lagi.

Komentar