Kemana saja kamu selama ini hingga tidak sadar ada orang yang rela menunggumu dengan sabar. Kemana saja kamu selama ini hingga tidak sadar ada yang tulus sayang kepadamu tanpa pamrih. Kemana saja kamu selama ini hingga tidak sadar ada orang yang perduli kepadamu tak perduli apapun keadaanmu. Kemana saja kamu selama ini hingga tidak sadar ada orang yang selalu ada buat kamu tanpa kamu minta. Kemana saja kamu selama ini hingga tidak sadar ada orang yang mencintaimu lebih dari dia mencintai dirinya sendiri. Kemana saja?
Saat ini, Aku tidak perduli apapun yang kamu lakukan, aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan;mencintaimu semampuku. Aku memang bodoh. Selalu bersembunyi dibalik topeng yang selalu aku gunakan. Aku selalu mencoba terlihat baik-baik saja disaat hatiku bertolak belakang dengan apa yang selalu aku perlihatkan. Aku tidak ingin semuanya terlihat. Bagiku mencintaimu seperti ini akan jauh lebih baik. Kadang sesekali aku ingin berteriak mengatakan "Aku cintai sama kamu" Tapi lagi-lagi aku kalah dengan rasa takutku.
"Bagaimana jika persahabatan kita hancur?"
"Bagaimana jika dia tidak mau kenal lagi denganku"
"Bagaimana jika dia tidak mau berbagi lagi denganku?"
Pikiran seperti itu dan lainnya selalu muncul hingga akhirnya diam pilihan terakhirku.
Mungkin tidak apa seperti ini. Karna dengan beginipun aku bisa selalu ada disampingmu semauku. Bagiku itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak akan minta lebih walau aku ingin. Bagiku Bisa berbagi tertawa saja itu sudah sangat melegakan. Karna aku bisa menikmati setiap tawamu kapan saja.
Sakit? Sangat. Tapi aku sudah terbiasa menahannya bukan. Selama 5thn aku sudah bisa mengatasinya dengan baik bukan. Jika saja bukan kamu orangnya mungkin tidak akan serumit ini. Jika saja hatiku tidak jatuh kepadamu mungkin tidak akan sebegini sakitnya.
"Tidak apa nanti juga akan hilang dengan sendirinya"
Jika memang akan hilang kenapa tidak secepatnya. Aku ingin berhenti bersandiwara. Aku ingin berhenti menangisi kebodohanku setiap kali rindu datang menyerangku. Rasanya lelah selalu berusaha bersikap seoalah tidak ada apa-apa. Berkali-kali aku berteriak ingin berhenti tanpa disaat itu rasa yang ada malah semakin dalam. Lalu aku harus bagaimana?
Hati, benar bukan jika cinta tidak harus memiliki?
Saat ini, Aku tidak perduli apapun yang kamu lakukan, aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan;mencintaimu semampuku. Aku memang bodoh. Selalu bersembunyi dibalik topeng yang selalu aku gunakan. Aku selalu mencoba terlihat baik-baik saja disaat hatiku bertolak belakang dengan apa yang selalu aku perlihatkan. Aku tidak ingin semuanya terlihat. Bagiku mencintaimu seperti ini akan jauh lebih baik. Kadang sesekali aku ingin berteriak mengatakan "Aku cintai sama kamu" Tapi lagi-lagi aku kalah dengan rasa takutku.
"Bagaimana jika persahabatan kita hancur?"
"Bagaimana jika dia tidak mau kenal lagi denganku"
"Bagaimana jika dia tidak mau berbagi lagi denganku?"
Pikiran seperti itu dan lainnya selalu muncul hingga akhirnya diam pilihan terakhirku.
Mungkin tidak apa seperti ini. Karna dengan beginipun aku bisa selalu ada disampingmu semauku. Bagiku itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak akan minta lebih walau aku ingin. Bagiku Bisa berbagi tertawa saja itu sudah sangat melegakan. Karna aku bisa menikmati setiap tawamu kapan saja.
Sakit? Sangat. Tapi aku sudah terbiasa menahannya bukan. Selama 5thn aku sudah bisa mengatasinya dengan baik bukan. Jika saja bukan kamu orangnya mungkin tidak akan serumit ini. Jika saja hatiku tidak jatuh kepadamu mungkin tidak akan sebegini sakitnya.
"Tidak apa nanti juga akan hilang dengan sendirinya"
Jika memang akan hilang kenapa tidak secepatnya. Aku ingin berhenti bersandiwara. Aku ingin berhenti menangisi kebodohanku setiap kali rindu datang menyerangku. Rasanya lelah selalu berusaha bersikap seoalah tidak ada apa-apa. Berkali-kali aku berteriak ingin berhenti tanpa disaat itu rasa yang ada malah semakin dalam. Lalu aku harus bagaimana?
Hati, benar bukan jika cinta tidak harus memiliki?
Komentar
Posting Komentar