Aku pernah sangat percaya, hingga akhirnya kepercayaanku dihancurkan kembali. Untuk kesekian kalinya.
Sayang, apa aku pernah memintamu untuk selalu ada disisiku? Apa aku pernah memintamu untuk selalu ada untukku saat aku butuh kamu? Apa pernah aku menuntut sesuatu yang tak seharusnya? Tidak pernah bukan.
Aku hanya minta, jika aku jauh darimu, jika aku sedang tidak denganmu, atau saat aku tidak ada disampingmu, aku minta;tolong jaga kepercayaan yang telah aku beri. Aku tidak ingin minta lebih dari itu.
Dulu, aku pernah membutakan diriku sebuta-butanya dan menjadi tuli dari semua perkara tentang kamu. Aku hanya ingin percaya kepadamu. Tapi apa yang kamu perbuat? Kamu yang memintaku untuk percaya, tapi justru kamu juga yang membuatku untuk tidak lagi mempecayaimu.
"Tolong kasih aku kesempatan, aku akan memperbaiki semuanya"
Jika sudah diberi kesempatan mengapa diulang kembali dengan kesalahan yang sama?
Dan jika sudah diperbaiki mengapa dirusak lagi?
Mungkin benar dulu aku yang terlalu mencintaimu tapi kamu tidak. Apa yang telah kamu lakukan tidak pernah sebanding dengan apa yang telah aku lakukan. Aku yang selalu sayang sama kamu, aku yang selalu percaya kepadamu, aku yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, aku yang selalu berusaha menjadi apa yang kamu minta, meski tak pernah secuilpun kamu hargai. Dari dulu hingga sekarang selalu aku bukan?
Mungkin dulu hanya aku yang berlari, hingga tanpa aku sadari aku pernah terjatuh. Mungkin dulu hanya aku yang menggenggam tanganmu dengan erat hingga tanpa aku sadari tangan yang ada digenggamanku melpaskan diri sendiri. Mungkin dulu hanya aku yang berjuang hingga aku lupa bagaimana cara berhenti. Mungkin dulu aku terlalu memaksakan kehendaku memaksamu untuk manjadi bagian dihidupku tanpa mau tau kamu juga ingin aku ada dibagian hidupmu atau tidak. Hanya aku.
Saat ini, Aku sadar, bahwa tangan yang dulu pernah aku genggam dengan erat, mungkin sekarang sudah seharusnya aku lepaskan.
Berbahagilah, karna bahagiaku ada bersamamu.
Untuk Hati, berhati-hatilah menempatkan hati. Jangan salah memilih, lagi.
Sayang, apa aku pernah memintamu untuk selalu ada disisiku? Apa aku pernah memintamu untuk selalu ada untukku saat aku butuh kamu? Apa pernah aku menuntut sesuatu yang tak seharusnya? Tidak pernah bukan.
Aku hanya minta, jika aku jauh darimu, jika aku sedang tidak denganmu, atau saat aku tidak ada disampingmu, aku minta;tolong jaga kepercayaan yang telah aku beri. Aku tidak ingin minta lebih dari itu.
Dulu, aku pernah membutakan diriku sebuta-butanya dan menjadi tuli dari semua perkara tentang kamu. Aku hanya ingin percaya kepadamu. Tapi apa yang kamu perbuat? Kamu yang memintaku untuk percaya, tapi justru kamu juga yang membuatku untuk tidak lagi mempecayaimu.
"Tolong kasih aku kesempatan, aku akan memperbaiki semuanya"
Jika sudah diberi kesempatan mengapa diulang kembali dengan kesalahan yang sama?
Dan jika sudah diperbaiki mengapa dirusak lagi?
Mungkin benar dulu aku yang terlalu mencintaimu tapi kamu tidak. Apa yang telah kamu lakukan tidak pernah sebanding dengan apa yang telah aku lakukan. Aku yang selalu sayang sama kamu, aku yang selalu percaya kepadamu, aku yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, aku yang selalu berusaha menjadi apa yang kamu minta, meski tak pernah secuilpun kamu hargai. Dari dulu hingga sekarang selalu aku bukan?
Mungkin dulu hanya aku yang berlari, hingga tanpa aku sadari aku pernah terjatuh. Mungkin dulu hanya aku yang menggenggam tanganmu dengan erat hingga tanpa aku sadari tangan yang ada digenggamanku melpaskan diri sendiri. Mungkin dulu hanya aku yang berjuang hingga aku lupa bagaimana cara berhenti. Mungkin dulu aku terlalu memaksakan kehendaku memaksamu untuk manjadi bagian dihidupku tanpa mau tau kamu juga ingin aku ada dibagian hidupmu atau tidak. Hanya aku.
Saat ini, Aku sadar, bahwa tangan yang dulu pernah aku genggam dengan erat, mungkin sekarang sudah seharusnya aku lepaskan.
Berbahagilah, karna bahagiaku ada bersamamu.
Untuk Hati, berhati-hatilah menempatkan hati. Jangan salah memilih, lagi.
Komentar
Posting Komentar